Periwayatan khabar dengan sistem sanad ternyata sudah menjadi tradisi sebelum Islam datang, yaitu yang digunakan dalam kodifikasi Mishna, kitab induk Yahudi, dan juga dalam penukilan syair-syair kaum Jahiliyyah. Akan tetapi sistem sanad pada masa itu digunakan asal-asalan, tidak begitu diperhatikan secara serius. Pada masa generasi tabi’in lah, sistem sanad benar-benar matang, sebagai langkah preventif sekaligus proteksi terhadap hadits-hadits Nabi dari khabar-khabar dusta. Pada perkembangan selanjutnya sistem sanad diterapkan pula pada periwayatan atsar yaitu khabar dari generasi salaf (shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in). Dan tradisi sistem sanad ini kemudian secara simultan menjadi tradisi intelektual Islam. Para ulama Islam sepeninggal generasi salaf sudah terbiasa dengan tradisi ini, sehingga, dalam meriwayatkan maupun mengkodifikasi khabar dari para salaf maupun dokumen sejarah peradaban Islam, mereka menggunakan sistem sanad. Buku Sistem Sanad Ilmu Islam membedah apa dan bagaimana sanad (transmisi) dalam tradisi agama Islam serta urgensitasnya bagi penjagaan atas otentisitas Syari'at sehingga keberislaman umat tetap sama dengan Nabi Muhammad dan generasi Salaf. Buku ini tidak hanya hasil telaah Penulis melainkan juga narasi-narasi para ulama seperti Syaikh Prof. Dr. Fadi Fuad 'Alamuddin dan Syaikh 'Aly Mas'adi yang langsung penulis dengar dalam majelis sanadan.
Cetakan: Edisi 1, 28 Februari 2026
Terbitan: CV. Alfasyam Jaya Mandiri, Surabaya
Dimensi: x + 98 hlm : 15 x 21 cm
ISBN:
Pemesanan Buku Cetak (POD): 0859-2478-5142
Pemesanan Buku Digital: Google Play Book dan Aksaramaya/Kubuku


Komentar
Posting Komentar