Pada dasarnya, seperti kata aforisme populer K.H. A. Bahauddin atau akrab dengan panggilan Gus Baha bahwa orang yang sudah wafat itu tergantung orang yang masih hidup, dalam artian valuasi sejarah hidup orang yang sudah wafat tergantung bagaimana orang yang masih hidup mempersepsikannya. Beliau memberikan contoh diri beliau sendiri ketika tidak menjadi Ahlul-Qur`an berarti telah menyejarahkan para leluhurnya bukan Ahlu-Qur`an, dan beliau menyebutnya dengan istilah ‘mateni obor’. Buku Putih Manhaj Salaf Madzhab 9 Ulama Sunnah memuat madzhab 9 ulama Sunnah yakni: (1) Imam Ahmad bin Hanbal; (2) Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah, (3) Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, (4) Ibnul-Jauziyy, (5) Ibnu Katsir, (6) Ibnu Rajab, (7) Asy-Syaukaniyy; (8) Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin; (9) Ahmad Dahlan. Madzhab 9 ulama Sunnah tersebut diframing oleh sebagian muslim sebagai manhaj Salaf sesuai mainstream mereka. Faktanya, model berislam 9 ulama Sunnah termaktub punya banyak distingsi dengan pola beragama salafiyy-wahhabiyy. Buku ini mengkliping cukup banyak data historis dari literatur otoritatif ke-9 ulama Sunnah tadi.
Cetakan: Edisi 1, 28 Februari 2026
Terbitan: CV. Alfasyam Jaya Mandiri, Surabaya
Dimensi: xvi + 472 hlm : 15 x 21 cm
ISBN:
Pemesanan Buku Cetak (POD): 0859-2478-5142
Pemesanan Buku Digital: Google Play Book dan Aksaramaya/Kubuku


Komentar
Posting Komentar