Telah Terbit Buku Asy-Syifa Bi Ta'rif Huquq Al-Mushthafa Bilingual Perparagraf Lengkap | CV. Alfasyam Jaya Mandiri | 0859-2478-5142
Pada umumnya, masyarakat muslim tahunya hanya Sirah Nabawiyyah sebagai sebuah disiplin ilmu dan referensi induknya harus berjudul Sirah Nabawiyyah. Padahal mulanya, Sirah Nabawiyyah merupakan bagian dari ilmu hadits yang lebih luas. Kemudian, materi ini mulai dikumpulkan dan dirangkai membentuk susunan kronik kisah kehidupan Rasulullah dari lahir sampai wafat. Ulama yang pertama kali menerbitkan kitab Sirah Nabawiyyah adalah adalah Al-Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhriyy (w. 124 H), guru dari Al-Imam Malik (w. 169 H) dan Al-Imam Ibnu Is-haq (w. 151 H). Inilah yang menginspirasi Al-Imam Ibnu Is-haq, Al-Imam Ibnu Hisyam dan Al-Imam Al-Waqidiyy menerbitkan buku Sirah Nabawiyyah. Barulah pada abad-abad berikutnya literatur Sirah Nabawiyyah bertebaran dengan titik berat yang berbeda-beda: syamail, dalail, khashaish, fadhail, mawalid, madaih. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab pernah mengurai, disebut maulid (mufrad dari mawalid) bukan berarti hanya mengisahkan peristiwa kelahiran Nabi, tapi disebutnya kelahiran sebagai perwakilan dari seluruh peristiwa hidup, karena kelahiran adalah titik terpenting. Adapun Kitab Asy-Syifa Bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa yang terbit pada abad keenam hijriyyah ini tergolong ke dalam Kitab Sirah Nabawiyyah yang fokus pada syamail. Sebenarnya, Terjemah Kitab Asy-Syifa ini justru lebih layak dijadikan sumber belajar Sirah Nabawiyyah paling awal bagi setiap muslim sebelum belajar kitab-kitab Sirah lainnya. Kitab Asy-Syifa lebih cocok menjadi referensi pertama studi Sirah Nabawiyyah karena ringkas dan merangkum banyak sekali literatur biografi hidup Nabi Muhammad. Di samping data-data sejarah Rasulullah, Kitab Asy-Syifa menyajikan retorika logika untuk menjaga iman kepada Rasulullah agar tidak tergoyahkan oleh nalar-nalar nakal. Manakala seorang muslim -muda maupun tua- sudah mengkhatamkan Kitab Asy-Syifa, barulah mengkaji kitab-kitab Sirah Nabawiyyah lainnya yang notabene merinci peristiwa demi peristiwa secara runtut sejak Nabi lahir hingga wafat. Karya-karya literasi yang merekam kehidupan Rasulullah bejibun menjejali ingatan pustaka. Sejak 12 abad silam, banyak pemerhati sejarah yang menjatuhkan keputusan untuk merangkai peristiwa-peristiwa hidup Nabi. Diantara referensi induk biografi Al-Mushthafa adalah Kitab Asy-Syifa bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa. Kitab Asy-Syifa merupakan bahan bacaan klasik terlengkap-teringkas yang menjadi international mega best seller book selama 9 abad. Di tengah arus deras disrupsi media sosial, umat masih sangat berhajat terhadap Kitab Asy-Syifa ini. Sekalipun sudah melahap banyak buku modern tentang Nabi, tidak ada jaminan informasi yang didapat lebih lengkap dari Kitab Asy-Syifa. Kitab ini punya kekeramatan. Tidak sedikit ulama yang meyakini ada anugerah magis pada Kitab Asy-Syifa. Ini bukan kesyirikan. Ini hanya eksperien (pengalaman) empiris dengan tetap mendasarinya dengan tauhid bahwa Allah-lah yang berbuat.


Komentar
Posting Komentar